Tuesday, March 29, 2011

Satgas Janda Muda Spesialis Menafkahi Janda Janda Muda Kesepian


Janda muda memang sering kesepian, hal ini dimanfaatkan oleh para pemuja nafsu. Ny. Suwarni, 42, yang setahun lalu diceraikan suaminya, langsung jadi sasaran sejumlah anggota Satgas Mavia Janda Muda. Oknum polisi Briptu Wagiran, 48, bersama dua pegawai Ny. Suwarni “menjarah”-nya hingga hamil.


Dulu di kampung-kampung Jateng – DIY, bensin sering disebut lenga gas. Selaras dengan kemajuan tehnologi, kini muncul tabung gas dan kompor gas. Lalu di zaman yang serba latah ini, muncul pula istilah Satgas yang berarti Satuan Tugas. Dalam pemerintahan KIB-II, hadirlah Satgas Mafia Hukum, dengan tujuan untuk menambah sped pemberantasan kejahatan hukum. Dengan Satgas Mafia Hukum diharapkan penegakan hukum menjadi semakin nyata.


Di Malang, khususnya di Kecamatan Sumbermanjing, yang bikin heboh justru aksi Penegakan “Burung”, dengan akibat janda Suwarni hamil nganggur lantaran menjadi korban para anggota Satgas Mafia Janda Muda. Bagaimana tidak disebut “satgas”, karena oknum polisi Wagiran, bahu membahu dengan Prapto, 30, dan Wagino, 24, menggauli janda kesepian itu. Celakanya, setelah janda itu mengandung, ketiganya cuci tangan tak mau tanggungjawab.


Ny. Suwarni warga Desa Sitiharjo Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang, sejak setahun lalu hidup menjanda. Mereka sudah berumahtangga 20 tahun lamanya, tapi lama-lama tak ada nota kesepahaman dalam keluarga. Klimaksnya, setahun lalu keduanya pecah kongsi. Dua anak hasil kerjasama nirlaba mereka, semua ikut ayahnya, dan Ny. Suwarni pun bersolo karier menjalani kehidupan.


Dalam usia kepala empat, Ny. Suwarni memang masih nampak seksi menggiurkan. Wajahnya yang ayu dan kulitnya yang putih, menjadikan banyak lelaki terpesona olehnya. Paling celaka, Prapto dan Wagino yang selama ini jadi karyawannya untuk mengurus bisnis persewaan VCD, juga nginceng (mengincar) kemolekan tubuh sang bos. “Bos kan hanya hirarki kerja, faktanya saya laki-laki dan dia perempuan kesepian,” begitu tekad Prapto maupun Wagino.


Selain kedua anak buahnya, ada juga oknum polisi Briptu Wagiran yang kasmaran berat pada Ny. Suwarni. Kemudian ketiganya tanpa sadar telah membentuk satgas mafia janda muda. Secara personal dan tunggu sinyal, ketiganya bergantian mendekati Ny. Suwarni yang masih nampak sekel nan cemekel itu. Tanpa garis komando tentu saja, mereka mengoptimalisasi kemampuannya untuk bisa mendekati dan kemudian menggauli janda beranak dua itu.


Ny. Suwarni yang rupanya sangat haus dekapan lelaki, diam-diam meladeni aspirasi urusan bawah ketiga orang itu. Secara bergantian di waktu yang berbeda, baik Wagiran maupun Prapto dan Wagino, memperoleh kesempatan untuk mencicipi kemolekan tubuhnya. Agaknya trio Satgas Mafia Janda Muda ini memang tak pernah masuk RM Padang, sehingga mereka tak tahu ungkapan klasik: Jika tidak enak beritahu kami, jika enak beritahu teman-teman.


Atas dasar itu, meski pelayanan Ny. Suwarni sangat mengasyikkan, dia tak pernah memberi tahu teman-teman. Sebagai “organisasi” tanpa bentuk, ketiganya memang jalan sendiri-sendiri. Mereka tidak tahu sama sekali, karena janda Suwarni tak pernah buka mulut akan skandalnya itu, kecuali hanya buka paha. Suket godong aja ana sing ngeti, demikian mungkin prinsipnya.


Begitulah, secara bergantian Wagiran – Wagino dan Prapto begituan dengan sijanda. Celakanya, setelah kenyang ketiganya diam-diam meninggalkannya. Skandal ini baru jadi soal, ketika Ny. Suwarni bikin geger hamil tanpa suami. Saat didesak anggota keluarganya, barulah mengaku bahwa para anggota Satgas Mafia Janda itu juga yang menyebabkan dirinya hamil. Entah bagaimana penyelesaiannya secara adil, skandal ini kemudian dilaporkan ke Polsek Sumbermanjing.


Mau praktis, lotre saja siapa yang jadi ayah si bayi.

1 comment: