Tuesday, March 29, 2011

Nikmatnya Jadi Sapi Betina Muslimah (3) Hajjah Rina Gunawan Version


Aku lelah juga setelah mendapatkan orgasme, aku terkapar setelah kontol imitasi itu membuatku lemas dan berdebam ke ranjang empukku. Begitulah hari hariku jika aku tidak mencapai kepuasan seksual bersama suamiku, aku ditengah kebingungan, aku sebenarnya hendak menyuruh pulang Henry, lelaki yang kelihatannya perkasa itu ternyata juga tidak kuat aku genjot. Aku ingin merasakan orgasme dengan cara dikontoli, jarang sekali aku mendapatkan orgasme duluan, itulah yang membuatku sering tidak meminta jatah pada suamiku. Aku tiduran di ranjangku, kurasakan tubuhnya yang mulai kembali segar, namun aku terkesiap ketika aku hendak keluar dari ranjang, Henry masuk bersama temannya, aku bersikap sinis pada teman Henry yang kontolnya tidak jauh beda, hanya nafsu saja yang tampak, memandang tubuhku yang besar dan gendut ini. Alex memegang kontolnya dan mendekat padaku. Aku tersenyum melihat tingkah polah anak muda ini.

“Assalamualaikum Bu Hajjah Rina .. emut kontolku yaa “ sahut Alex.

“Walaikum salam .. iiih .. to the point aja kamu .. kontol “ sahutku dengan nada datar kemudian berdiri dan tidak menanggapi omongan Alex menuju ke cermin, kubuka lemari samping cermin itu dan aku membuang jilbabku, kuganti dengan jilbab baru, namun aku terkejut kalo Alex memelukku dari belakang. Kontol Alex ditekankan ke belahan pahaku, sekejap aku merasakan berdesir, kontol hangat itu terasa sekali dalam belahan pantatku yang besar, Alex memelukku dengan meremas kedua bukit kembarku, kutepis tangan nakal itu.

“Kau tidak beda dengan Henry .. palingan seronde dah muncrat muncrat .. dasar anak kecil “ sudutku dengan tersenyum pada Alex. Henry mendekat ke depan dan kemudian menyodorkan kontolnya

“Mari Bu Rina .. kami berdua akan memuaskan Bu Rina .. kami akan mengewe dari memek dan anus Bu Rina .. please donk Bu .. jangan membuat kami cuma ngaceng berangan angan, pengin kami berdua memuaskan Bu Rina .. “ jawab Henry sambil memegang kepalaku dan memagut bibirku, aku sebenarnya menolak ciuman itu, namun rangsangan Alex membuatku terpejam, Alex lebih agresif, memegang kedua susuku dan diremas remas dengan kuat membuatku semakin terbakar

“Mari Bu .. kita buktikan kalo kami bisa melawan betina jalang seperti Bu Rina “ bisik Alex dengan menjilati telingaku, aku memiringkan kepalaku namun serbuan bibir Henry membuatku tak karuan. Lepas itu Alex melepaskan pelukannya dan berjongkok, membuka belahan pantatku itu, kemudian dijilati dengan rakus, sedang Henry sendiri memelukku mengajak saling bercumbu

“Sssssssssssssshhh sssssssssshh .. teruus Henry .. teruuus .. Bu Rina mulai suka .. aaaah Lex .. ayooo Lex .. jilatin .. lebarin anus Bu Rina .. “ racauku dengan menahan serbuan akan lumatan bibir Henry yang rakus, Henry memegang buah dadaku sebelah kiri sedangn buah dadaku sebelah kanan, tangan Alex yang meremasnya, aku semakin ketagihan digarap dua lelaki ini. Henry memegang kepalaku yang berjilbab, kali ini aku memakai jilbab putih dengan atasan jilbab kehitaman

“Bu Hajjah Rina makin cantik aja .. aku nggak tahan pengin coblosin memek Bu Hajjaah “

“Sebut dengan jalang Hen .. hina aku semaumu .. kalo kalian gagal memuaskan aku .. kalian harus pulang .. jangan datang lagi ngontoli Bu Rina .. “ pancingku agar aku semakin terbakar dikontoli oelh dua kontol ini.

“Dasar betina lonte ..hajjah jalang .. pelacur kau Bu Hajjah .. hajjah doyan digangbang .. “ seru Henry dengan meremas dua buah susuku yang kenyal itu

“Teruus Heen .. Lex .. aaaaah .. nakaaal kamu .. tusukin terus anus Bu Hajjah Rinaaa aaaaaah Lex … aaaah .. nakaaaal .. teruuus Lex .. aaaaaaaaaaaaauh .. Hen … aaah … remees .. remees “ racauku mulai tak karuan.

Henry memajukan kontolnya, aku melebarkan pahaku

“Henry .. coblos segeraaa … “ ajakku dengan tak tahan pengin digenjot dari depan itu, tanganku menari kursi dekat cermin itu. Kuangkat kaki kiriku ke kursi itu sehingga Alex semakin bebas mengobok obok anusku.

“Lex aaaaaaaaaaaah .. sudaaah Lex .. masukin kontolmuu dalam anus Bu Hajjaaah Rinaaa .. nggak tahaaan .. ayoo .. ayoo sayaaang .. “ seruku tak karuan karena tidak tahan aku merasakan remasan nakal keempat tangan itu menggerayangi tubuhku. Aku mulai gemetar.

“Ya Alloh .. kuatkan aku .. kuatkan aku .. “ batinku berdoa bisa mengalahkan kedua lelaki, aku yakin untuk ronde ini akan keluar bareng bareng, namun aku juga yakin, salah satu kugenjot akan terkapar ngos ngosan seperti Henry.

Henry memegang kontolnya, mendekatkan ke selakanganku yang basah itu, perlahan kontol Henry mulai masuk

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaah .. ssssssssshhh sssssshhh .. teruus sayaaang .. Buat Bu Hajjah Rina jadi jalaaang .. aaayoo naaak .. jangan sungkan sungkan mainin memek dan anus Bu Rinaaa .. enaak lho .. biar gendut tapi suka dicoblosin .. “ buaiku dengan memejamkan mataku menikmati empat tangan itu bergerilya ke sana kemari merangsangku. Buah dadaku paling sering diremas remas tangan tangan itu, kurasakan aku semakin berkeringat dengan cepat, jilbabku yang baru mulai basah keringat.

“Uuuuuuuuuuuuuuh .. benaaar benaaar wanita perkasa kau Bu Rinaaa .. “ puji Alex dengan berdiri, kemudian mendekatkan kontolnya di anusku, kontol Henry sudah masuk setengahnya setelah maju mundur melakukan penetrasi, kurasakan dinding memekku tergesek benda kontol ngaceng itu, namun kuanggap hal biasa. Belum genap aku merasakan kontol itu, kontol Alex mencoblos anusku, sehingga selakanganku maju

“Aaaaaaaaaaaaauh … “erangku membuat kontol Henry makin tenggelam lebih dalam. Kurasakan kontol itu benar benar hangat dalam memekku.

Alex terus memaksakan kontolnya masuk dalam anusku, kurasakan sakit anusku dicoblos, baru kali ini aku merasakan anusku dikontoli.

“Duuuh .. baru kali ini Lex .. aaah anus Bu Rina dimasuki kontol .. teruuus sayaaang .. uuuh .. kontol kamu panas sayaaaaaang aaaaaaaaaaaaaauh ssssssssssssssh ssssssssshhh hhh .. teruus Lex … ayoo Henry .. sodokin memek Bu Rinaa .. sodok yang keras yaa .. jangan loyo bego “ erangku merasakan kedua kontol itu masuk lebih dalam, kontol Henry masuk lebih dalam, Henry kemudian menarik dan menghujamkan dengan keras membuatku mundur sehingga kontol Alex lebih dalam masuk

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauh sssssssssssssshhh aaaaaaauh … sudaaah sayaaang sudaaaaaaaaah .. kalian maju mundur .. kali Alex maju .. Henry mundur …. ayo naaak .. ayo anak anaak .. puaskan Bu Hajjah Rinaa … sudah nggak tahaan nih pengin digenjot “ ajakku dengan memegang pada sandaran kursi, tubuhku kumiringkan.

Henry menggenjot duluan, ketika kontolnya ditarik, Alex maju mencoblos anusku

“Oooh .. enaaak .. Lex .. enaaak .. ayo Henry .. geraak dong baik yaaa .. puaskan Bu Rinaa .. uuuh .. kontol kalian besar besaaar .. aayoo aaaaaaaaaaaaaaaauuuh sssssssssssssssssssshhh sssssssshhh .. “ desisku sambil menggeleng geleng, Alex semakin agresif meremas buah dadaku, sedang Henry memegang kedua pantatku agar bisa dikontrol dengan sodokan demi sodokan itu.

“KONTOOOL .. OH .. KONTOL KALIAAAN .. TERUUUS .. KONTOLKU SAYAAANG .. BUAT BU RINAA PUAAS” teraikku merasakan kedua kontol nakal itu mengobok obok lubang tubuhku, kurasakan anusku merasa mulai menerima kontol itu, awalnya sakit, kupejamkan erat erat merasakan sodokan dua kontol itu

“Bu Rinaaa aaah .. memek Bu Rinaa ketaaaaaaaaaaat “ erang Henry dengan menyodoki maju mundur dengan gencar. Alex pun tak kalah gencar mencoblosi anusku.

“Teruuus terus ..aaaaaaaaaaaaaaah ooouuuuuuuuuuh ..mmmmmmmmmmmmhhhh .. nikmaaatnya diewe dua kontol aaaaaduuh sayaaang Bu Rina makin nggak kuaat nih .. ayoo kaliaaan .. lebih cepaaat “ erangku tak karuan

“Iya jalaaaaaaaaaaaang .. Bu Rina jalaaaaaaaaaaang .. Rina Gunawan lonte, Bu Rina Gunawan betina .. muslimah nakaaaal … Uuuh .. anus Bur Rina enaak bangeeet .. kontolku makin nyaman di anusmu Buu ..aaaaaaaaaaaaaaaauh .. yaaa .. aaayoo Hen .. lebih cepaat .. Bu Rina sudah hampir klimaks ……..aaaaaaaaaauh sssssssssssssssssshh .. “ timpal Alex dengan semakin cepat menggenjot anusku, aku benar benar tidak tahan, namun aku kembali kecewa, Henry dan Alex terlalu bernafsu gencar walau aku hendak orgasme, itu sengaja aku pancing agar bisa mendikte permainan seks liar ini.

Aku kini semakin yakin, digangbang dua lelaki makin nikmat, kedua lubangku semakin enak digesek gesek kedua kontol itu, aku terpejam sambil kepalaku diletakkan di pundak Henry.

Genjotan demi genjotan kedua kontol itu membuatku tidak tahan.

“Buu aaaaah .. akuu nggak taaaahaaaaaaaaan “ seru Henry dengan semakin cepat menggenjotku terus, hujaman demi hujaman kontol Henry semakin cepat. Demikian pula dengan Alex yang memelukku, tangannya tak pernah lepas meremas kedua bukit kembarku sampai membuatku tak karuan.

Kurasakan kontol Henry yang terjepit memekku, Henry sudah tidak tahan demikian pula denganku, aku merasakan memekku menyempit dengan cepat

“Aaaaaaaaaaaaauh sayaaang aaaaaaaaaah .. Bu Rinaaa .. betina jalaang kaliaan mau sampai .. mau klimaks .. ayoo aaaaaaaah aaaaaaaaaaaauh sssssssssssssssh ssssssssssshhh “ racauku tak karuan merasakan memekku semakin nikmat, aku menekan kuat ke pundak Henry, kurasakan kedua kontol itu mengoyak tubuhku. Aku sudah tidak tahan muncrat lagi, Namun Henry malah orgasme duluan, kontol Henry yang kujepit kuat itu akhirnya muncrat mengeluarkan spermanya

“Craaaaaaaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat .. craaaaaaaat .. craaaaaaaaaaat “

Henry menekan kuat ke memekku, akupun juga tidak kuat, kukucurkan cairan orgasmeku keluar menetes membasahi pahaku, Alex masih bergerak mencoblosi anusku, aku lemas dengan dipeluk oleh Alex. Sedang Henry terkapar dengan bersandar pada lemari, aku lemas dan dibawa ke ranjang oleh Alex setelah melepas kontolnya, aku lemas dan berdebam di ranjang.

Alex mengejarku, Alex mengangkangi aku, kontolnya dikocok kocok, aku tidak tahan tahu Aex melakukan itu

“Bu Rinaaaa aaaaaaaaaaaaaaah .. aaakuu muncratin pejuku di wajah Bu Rinaaa “ seru Alex yang kudengar tidak jelas. Alex muncrat kemudian setelah beberapa kocokan. Anehnya Henry juga cepat bangun memegang kontolnya berada di sampingku, mataku terbuka, kedua kontol itu dikocoknya dengan cepat. Alex memuncratkan spermanya, mukaku terciprat oleh lendir kental itu.

“Croooot ..croooooot crooooooot .. “ kurasakan lendir itu menempel di mukaku dari dahi sampai daguku. Kurasakan semprotan lendir itu memenuhi wajahku, aku puas mendapatkan sperma dari dua kontol itu.

“Teruus .. teruuuuuuuuuuuuuuus .. semburin yang banyaaak .. ayoo sperma kalian .. keluarin “ sahutku dengan tersenyum. Henry kembali mengeluarkan sperma walau tidak banyak. Henry kemudian rebah di sampingku, memelukku erat, sedang Alex juga menindihku, kontolnya tertekan ke perutku, aku dipeluk dua lelaki itu

“Uuuuh .. kalian aaaaaaaaaah .. belum apa apa sayaang .. tapi kalian lumayan jugaaa “ sahutku dengan mengelus elus kepala Alex.

“Ya Bu Rinaa .. kami akan memuaskan Bu Rina nanti .. “ sahut Henry dengan mengatur nafas, kami diam sejenak mengatur nafas, Alex menggeliat ke samping dan tiduran dengan wajah penuh peluh.

Kami bertiga saling ngobrol dengan joroknya, aku sendiri malah lebih jorok di banding Alex dan Henry. Tiba tiba aku terkejut ketika pintu kamarku di buka, aku pertama dulu yang melihat, seorang lelaki lagi, aku menjadi kawatir, dari dada tidak berbaju, ketika aku semakin lebar menatapnya, aku menjadi tergidik ngeri, kontol lebih besar menjadi pandangan mataku, aku sampai mataku terbelalak dan bangun

“Ya Alloh .. apalagi ini .. luar biasa kontolmuu .. siapa kamu ?” bentakku, namun aku terkesiap, lelaki itu ternyata selama ini kukenal, malah konon kabarnya suka mengewe para hajjah, bisik bisik aku mendengar dari para hajjah yang kukenal sebagai artis

“Burhaaaaaaaan ?” sahut Alex dengan heran bagaimana lelaki ini bisa datang.

Aku sendiri semakin kawatir, kontol itu lebih besar dari milik Alex dan Henry, besarnya sampai membuat ngeri luar biasa, aku menjadi merinding sendiri.

“Ck ck ck ck ck .. Bu Rina benar benar doyan kawin juga .. hhhmmm .. aku ingin gabung mau kawin sama Bu Rina .. aku sudah lama pengin merasakan memek Bu Rina .. anus Bu Rina juga incaranku .. “ sahut Burhan dengan maju dan duduk dihadapanku, aku menjadi gemetar dan mundur, namun mataku menatap lekat kontol besar itu sambil menggeleng geleng, tak mungkin masuk kontol besar itu dalam memek dan anusku, aku menjadi serba salah

“Tenang Bu Hajjah Rina .. muslimah doyan kawin .. segera nungging donk Bu .. aku nggak tahan pengin coblos memek Bu Rinaaaaaaaaaaaa .. biarkan saja kedua teman Bu Rina istirahat .. “ ajak Burhan, aku awalnya menolak, namun Alex dan Henry memegang kedua tanganku, memaksaku agar berbalik badan, aku hendak berontak, aku ngeri melihat raja kontol itu. Aku sampai menggigit bibirku, selama ini aku selalu menghindari tatapan Burhan jika bertemu, kukenal lelaki ini beberapa bulan yang lalu.

Aku pun dipaksa nungging, aku menunggu kontol itu mencoblos

“Enaak kok Bu Rinaaa .. Alex .. kontolmu kasih Bu Rina .. biar diemut … kau Henry … tugasmu remasin susu Bu Rinaaa .. “

“Please .. beri Bu Rina istirahat Haan .. nggak kuat kalo langsung main .. “ tolakku dengan halus

“Betina muslimah tidak boleh menolak kontol .. “ sahut Burhan dengan menepuk pantatku keras

“Aaaaaaaaaaaaaaauh ,… ampun .. ampuuuuuuuun .. “ aku kini mulai merengek, aku jelas tidak mampu melawan kontol besar Burhan itu.

“Sapi betina ini banyak maunya, sumpal mulut lonte muslimah Bu Rina dengan kontolmu segeraa Lex .. “ perintah Burhan, aku tercekat karena Henry sudah meremasi buah dadaku

“Remas yang keras Hen .. kita garap Bu Rina sampai terkapar .. kalian berdua nggak sanggup membuat Bu Rina terkapaaar .. “ sahut Burhan dengan mendekatkan kontolnya pada lubang memekku dari belakang

“Bismilah hirohman nirohim “ucapku

“Bagus .. setiap kontol masuk harus ucap bismilah .. ayoo Hajjah Sapi Betina … “ ujar Burhan, aku tak karuan disebut sapi betina, ucapan vulgar itu membuatku tak karuan, kurasakan aku mulai gemetar di kakiku, Henry dan Alex tersenyum, kontol Alex sudah berada di depan mulutku, tangan Alex memegang kepalaku yang berjilbab. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.

4 comments:

  1. Seruuu...Gan Nah Gini donk Ada Variasi Analnya Jadi gagh Monoton..!!
    Jilbaber lover,,,Bravoo!!

    ReplyDelete